GREAT ISS November 2020 | Page 19

SCHOOL OF LIFE
Seiring waktu berjalan , pria kelahiran 34 tahun silam ini berhasil menyelesaikan pendidikannya di STM , bahkan meneruskan ke jenjang pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Teknik ( STT ) Banten . Meski harus mengubur cita-citanya menjadi seorang tentara karena tidak mendapat restu dari orang tua , Pujo memilih jalan lain untuk menggapai masa depan yang lebih baik .
Sempat berprofesi sebagai montir di bengkel , lalu mengajar di beberapa Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ), dan menjadi staf teknisi di sebuah perusahaan besar , Pujo di tahun 2014 memulai lembaran barunya ketika bergabung dengan ISS Indonesia .
Maksud hati ingin banting setir dengan melamar sebagai driver , namun kenyataan membawa Pujo kembali ke bidang teknik yang sudah ia kuasai sebelumnya . Profesi sebagai handyman atau asisten teknisi pun ia mulai jalani .
Sadar akan kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan dirinya , Pujo mensyukuri hal ini dengan terus menggali ilmu , mengasah keterampilannya , mengembangkan karakternya sehingga bisa memberikan pelayanan yang mendukung operasional bisnis pelanggan .
“ Kita tinggal mensyukuri yang dikasih , yang diberikan . Karena kita selama ini banyak yang menuntut ke perusahaan , tapi dari kita sendiri apa ada timbal baliknya , apa yang bisa kita berikan ke perusahaan .”
Pujo merasa beruntung dengan berbagai industri area pelanggan yang dipercayakan kepadanya . Pemindahan area penugasan ini telah membawa peningkatan bagi kariernya hingga saat ini ia merupakan chief engineering di area Kementerian Perhubungan RI .
Bersama dengan 35 staf teknisi yang kini dipimpinnya , Pujo berupaya mengembangkan mereka untuk memiliki kemampuan multi-tasking dalam bekerja . Hal ini tidak sebatas menjadi bukti pelayanan terbaik kepada pelanggan , tapi juga akan bermanfaat untuk pengembangan diri anggota timnya .
“ Saya selalu mengingatkan ke teknisi kami , belajarlah dengan baik . Ketika nggak tahu , tanya . Cari tahu ini rusaknya kenapa , diperbaiki , biar nantinya tidak rusak lagi . Belajar , baca , praktikkan .”
Di ISS Indonesia , Pujo bersyukur dengan nilai inti ( core values ) yang ditanamkan kepadanya , sebagaimana ia juga berupaya untuk menanamkan nilai-nilai inti itu kepada timnya . Berawal dari kejujuran ( Honesty we respect ), Pujo mengakui kalau nilai inilah yang utamanya membuat ia kerasan menjadi bagian dari keluarga ISS Indonesia selama ini .
“ Karena dengan adanya kejujuran , kerja juga tenang dan nggak was-was . Tidak mencuri peralatan karena itu mahal harganya , tidak terima tipping . Banyak godaannya . Tapi kalau orang itu nggak jujur , bisa jelek bendera kita .”
Pujo juga kerap memacu semangat timnya dengan canda yang mengundang tawa . Ia ingin para staf teknisinya dapat menjadi the next leaders di berbagai area . Ia juga berharap agar mereka berpikir jauh ke depan untuk menyiapkan masa depan di usia pensiun nanti .
“ Intinya jangan takut berkarya . Bertindak sebagai wiraswasta ( Entrepreneurship we act ). Pakai skill yang dipunya , tujuannya untuk mempersiapkan diri , bisa buka usaha sendiri kalau sudah pensiun nanti .”
Pujo yang bernama lengkap Pujo Sucipto , adalah salah seorang karyawan teladan di ISS Indonesia , menaruh asa pada layanan teknik agar dapat menghasilkan bibit-bibit baru para teknisi dan kelak suatu masa nanti ISS Indonesia memiliki akademi khusus bagi para teknisi .***
Vol . 5 - No . 19 | November 2020
19