SPOTLIGHT kerusakan kecil seperti AC , perbaikan kunci dan sebagainya .
Dari pekerjaan yang mereka lakukan di zona merah , tempat di mana sekitar 5.000 pasien COVID-19 pernah menjalani perawatan , para front liners ini tentunya memiliki risiko tinggi terpapar COVID-19 . Namun hingga awal November 2020 , mereka berhasil membuktikan kepercayaan tugas yang mereka emban , salah satunya dengan mencatatkan nol ( 0 ) kasus terkonfirmasi COVID-19 . Bagaimana bisa ?
Padahal , pekerjaan para front liners ISS Indonesia di area ini sehari-harinya haruslah berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 dan tim medis . Apalagi , Tower 7 merupakan tempat perawatan bagi pasien COVID-19 yang tergolong memiliki gejala kecil , gejala sedang , dan ODGJ atau Orang Dengan Gangguan Jiwa .
Sementara di Tower 5 diperuntukkan bagi pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri atau pasien tanpa gejala .
Site Head RS Darurat
Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Tower 7 dan Tower 5 , Agus Sumarlan mengakui bahwa keberhasilan ia dan timnya dalam menghindari potensi paparan COVID-19 besar dikarenakan dari kejujuran , kedisiplinan , keikhlasan dan kerja sama tim selama bertugas .
“ Kerja sama tim dibuat , bahwasanya kami di sini adalah satu tim dan harus kompak , dimana setiap orang harus saling mengingatkan apabila dalam tim ada yang merasa demotivasi sehingga satu sama lain saling bahu-membahu menghilangkan rasa khawatir . Kata kunci yang selalu kami pegang di sini adalah kita harus merasa bahagia ,” terang Agus .
Sebagai bagian dari tim pengawas , Agus menyadari pentingnya peranan ini dan sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan timnya . Ia juga meyakini bahwa seberat apa pun tantangan yang mereka hadapi di area ini , maka akan bisa dilalui apabila kesehatan dan keselamatan tim selalu diutamakan .
“ Setiap orang di sini harus yakin siap untuk ditempatkan di area Wisma Atlet , dan setiap individu harus bisa disiplin dan ikhlas mengikuti protokol kesehatan dan keamanan sehingga mereka yakin bahwa mereka akan merasa sehat dan aman , walaupun kami berada di area zona merah ,” lanjut Agus .
Tim ISS Indonesia di area RS Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran bekerja dengan sistem cluster , yang juga menjadi salah satu kunci keberhasilan operasional . Selain itu , jumlah karyawan yang bekerja di Tower 7 dan Tower 5 dibagi menjadi dua batch dimana pada batch 1 adalah tim yang berdinas ke masing-masing tower , sementara batch 2 adalah yang tim yang melakukan karantina .
Melalui keberhasilan ini , Agus dan timnya menaruh harapan besar agar masyarakat luas menyadari bahwa COVID-19 itu nyata dan agar berdisiplin menjalankan protokol demi keselamatan dan kebahagiaan semua . “ Kami ingin pandemi ini segera berakhir dan Indonesia khususnya , bisa sembuh dari virus ini , dan kami di sini pastinya bisa berkumpul dengan keluarga tanpa rasa khawatir kalau kami membawa virus ,” tutup Agus .***
Vol . 5 - No . 19 | November 2020
13