First You 10th Edition Embracing The Great Life | Page 66

Kisah Story We Are Having A Great Life Tanpa disadari, ternyata hidup kita sudah bahagia. H idup itu penuh perjuangan. Kalimat nan sederhana tapi sarat makna. Anda tentu pernah mendengar, memikirkan, atau bahkan bertanya kepada diri sendiri dengan pertanyaan, “Do you have a great life?” Ada yang bisa menjawab dengan lantang namun ada juga yang menjawab dengan penuh kebimbangan. Karena pada saat mendengar kata sempurna, kita beranggapan bahwa hidup yang sempurna hanya diisi dengan senyum dan tawa saja. Kita lupa bahwa tawa, tangis, marah, sedih, dan haru, semuanya memperkaya kehidupan kita untuk menjadi sempurna. Setiap orang memiliki definisi yang berbeda mengenai hidup yang baik. Sesungguhnya kehidupan yang baik itu akan kita dapatkan jika hidup ini dipenuhi dengan rasa syukur. Hidup berjalan dengan sangat cepat, kita harus pandai memilih waktu untuk berhenti, melihat keindahannya sebentar, dan mensyukuri semua yang sudah kita miliki di tengah-tengah dinamika hidup yang terus berjalan. Tanpa rasa syukur itu, kita tidak akan pernah merasa bahwa sebenarnya kita sudah memiliki hidup yang baik. Mungkin kita lupa bahwa perasaan bahagia yang sesungguhnya bisa kita rasakan secara maksimal bila kita pernah mengalami seluruh kompilasi rasa suka maupun duka yang telah dilalui dalam kehidupan ini. Tanpa rasa sedih dan kecewa kita tidak akan bisa merasakan rasa bahagia dan puas yang sesungguhnya. Lagipula rasa bahagia yang terus menerus itu adalah semu. 66 FIRST YOU Setiap orang di dunia pasti pernah merasa suka maupun duka karena kita hanyalah manusia biasa. Ungkapan banyak jalan menuju Roma sudah sering kita dengar, sama halnya dengan jalan menuju kebahagiaan. Setiap orang memiliki tujuan kebahagiaannya masing-masing, bisa berupa keluarga yang harmonis, menjalankan hobi yang inspiratif, bahkan bisnis yang ekspansif, semua itu adalah upaya untuk mengaktualisasi diri dalam menemukan kebahagiaan yang hakiki. Jauhi diri dari berbagai penyakit hati yang hanya membuat kita iri dan menjauh dari rasa syukur kepada Sang Pencipta alam. Awali hari Anda dengan bersyukur, tempatkan diri Anda di antara orang-orang yang optimis dan tanamkan pikiran yang positif. Sekeras apapun badai yang datang menerpa hidup akan ada pelangi di ujung hari. Bahagia itu kita yang ciptakan sendiri, bukan dari orang lain. Ingatlah untuk mengajarkan diri sendiri bahwa dalam setiap perasaan yang kita alami, kita harus pandai menyelipkan rasa syukur di hati sehingga apapun yang terjadi rasa bahagia senantiasa mengiringi. TEKS: Lenylia Haq. FOTO: PEXELS.COM