Penghu memiliki legenda rakyat yang
terus berkumandang. Tomb of Seven
Beauty adalah sumur tua tempat tujuh
orang istri bunuh diri karena menghindar
dari serangan tentara Jepang, sumur ini
ditutup menjadi makam dan dari
dalamnya tumbuh tujuh pohon yang bisa
Anda lihat hingga hari ini. Formasi batu
karang unik di tepi pantai juga menjadi
ikon dari pulau Qimei. Disebut sebagai
Watching for Husband Rock –
mengisahkan tentang perempuan yang
menanti suaminya kembali dari melaut.
Di Wang’an Island, Anda bisa melihat
konservasi penyu laut, sedangkan di
Jibei Island, pulau tak berpenghuni ini
adalah spot wisata yang kerap dikunjungi
turis lokal karena pantai pasir putihnya
yang memanjang 1500 meter menjorok
ke arah laut atau disebut dengan “Sand
Beach Break”. Segudang aktivitas olah
raga air bisa Anda lakukan di Jibei, mulai
dari banana boat, paragliding, snorkeling
juga speed boat.
MATZU
Pulau ini diberi nama seperti Dewa Mazu,
terdiri dari lusinan pulau-pulau besar dan
kecil termasuk di antaranya Nangan,
Beigan, Juguang, dan Dongyin. Berada
selemparan batu dari musuhnya kala itu
- Cina Daratan, Matzu berfungsi sebagai
garis pertahanan paling depan Taiwan.
Pulau ini pun berubah fungsi menjadi
pangkalan militer sekaligus medan perang
melawan musuh. Akibatnya, Matzu memiliki
banyak peninggalan bangunan bersejarah
dari masa peperangan tersebut.
Salah satunya Beihai Tunnel yang
terjepit di antara desa Ren-ai dan Meishi,
berada di dalam gunung granit tempat
kapal-kapal militer bersandar dan
bersembunyi dari serangan musuh dan
juga cuaca buruk. Saat ini, 88 Tunnel
adalah tempat penyimpanan alkohol dari
Matzu Distillery. Dahulu tempat ini
digunakan untuk persiapan perang
pasukan tank. Tempat ini dibuka setiap
akhir pekan dan hari libur di sore hari.
Bangunan peninggalan perang yang wajib
dikunjungi yaitu Iron Fort yang pada
mulanya adalah markas latihan
pasukan amfibi, dilengkapi dengan
berbagi senjata seperti senapan
mesin, dan juga pos-pos penjagaan.
Benteng ini terbuat dari batu, meski
sempit, namun terdapat ruang-ruang
yang berfungsi sebagai dapur,
bangsal, toilet dan dasar meriam.
Seketika Anda menginjakan kaki di
pulau ini, sangat mudah terlihat jika
gaya arsitektur bangunan di Matzu
beda dengan pulau utama Taiwan,
termasuk jenis material yang
digunakan. Qinbi Village di Donggan
Island misalnya, desa ini tadinya marak
dengan industri penangkapan ikan
namun mulai ditinggalkan banyak
penghuninya ke pulau utama Taiwan
sejak tahun 1970an. Bangunan di
Qinbi Village sangat unik bergaya
Fujian timur, terbuat dari granit dan
marmer, dengan warna-warni yang
indah. Sama halnya dengan beberapa
desa lainnya seperti Niujiao, Jinsha,
dan Tieban di Nangan Island, dan juga
Fuzheng dan Dapu di Dongju island.
Dongyong Lighthouse adalah
karya dari insinyur Inggris di abad
ke-19, posisinya berada di bagian
timur laut Dongyin Island, menghadap
ke Selat Taiwan, menjadi pemandu
bagi kapal laut yang melintasi perairan.
Khatamkan kunjungan Anda di
Penghu dengan menaklukan puncak
tertinggi Bi Mountain. Dengan
mendaki deretan anak tangga, Anda
akan tiba di ketinggian 298 meter
untuk bisa melihat ke bawah dan
mendapati panorama Beigan dengan
pulau dan lautan yang saling
bersinggungan.
CULTURE
CENTRE
Pusat Budaya Matzu
Bagi mereka yang tertarik mengenal
budaya Matzu, Folk Cultural
Artifacts Exhibition Hall adalah
tempat terbaik untuk melihat koleksi
foto dan benda budaya dengan
audio dan pengaturan yang
membangkitkan atmosfer yang
mendukung transfer informasi.
Taiwan
29