ATTIC
|
19
JANUARY 2016
MIRA
LESMANA
Met with Mira Lesmana.
Bertemu Mira, seorang produser film independen Indonesia.
Film adalah gairah, cinta dan kehidupan. Fotografi adalah, saat
ia menyebutnya, baru "cinta". seniman berbakat ini juga menulis
lirik lagu dan co-write skenario. Mira adalah wisatawan
menikah yang mencintai matahari dan kabut sebanyak dua
putranya.
"Saya menilai penghargaan dengan cara
yang berbeda. Jadi mungkin penghargaan
terbesar adalah ketika penonton
merespon film kita dengan baik. Tentu
semakin banyak semakin baik. "
Inspirasi yang membuat Mira Lesmana seperti sekarang.
Rahasia Fotografi sang Legendaris
Siapapun pasti mempunyai tokoh inspirasi, terutama bagi Mira
Lesmana. Dia sangat terinspirasi oleh Wim Wenders, sang
filmmaker kebanggannya "Wim Wenders menginspirasi saya
banyak. Dia fillmmaker Jerman besar dan fotografer. Saya
mengumpulkan buku fotografi (dan film-filmnya). Sebagian
besar foto-foto yang diambil selama perjalanan pribadi dan
sementara di lokasi pramuka untuk film-filmnya. foto-fotonya
begitu menghantui dan indah (jadi adalah film-filmnya)."
Katanya dengan senyum simpul.
Seorang fotografer pasti mempunyai "resep" rahasia ketika
sedang mengambil gambar. Termasuk sang legendaris ini, Mira
Lesmana juga mempunyai sisi rahasianya tentang fotografi yang
ia tekuni sejak umurnya masih remaja.
Selain itu Mira juga terinspirasi oleh salah satu fotografer di
Instagram yaitu @sumesi. Dia sangat mendambakan foto karya
Sumesi itu, dan Sumesi-lah yang menjadi orang pertama yang
di ikuti oleh Mira sejak pertama kali ia memakain instagram.
"Saya telah mengikuti Sumesi sejak hari pertama aku berada di
Instagram. nada lembut dan komposisi Sumesi adalah indah
dan melamun, mereka meletakkan senyum di wajah saya" kata
Mira dengan wajah khasnya.
Saya suka siluet. Jadi saya ingin menembak terhadap matahari.
Ketika saya menembak siluet orang, saya membiarkan mereka
melakukan apapun yang mereka inginkan dan saya hanya terus
gertakan di sudut yang berbeda. Saya mendapatkan hasil
terbaik ketika mereka sedang lengah, tidak tahu aku masih
syuting." begitu kata Mira sambil memperlihatkan deret giginya.
"Saya menilai penghargaan dengan cara yang berbeda. Jadi
mungkin penghargaan terbesar adalah ketika penonton
merespon film kita dengan baik. Tentu semakin banyak semakin
baik. " begitu tuturnya sambil tersenyum simpul