Bluebird - Mutiarabiru Mutiarabiru Magazine - September 2018 | Page 78

Indonesian Signature Batu Pahat Muntilan Patung-patung batu ini terlihat artistik, sakral dan boleh dibawa pulang. J ika patung dan ornamen batu di Candi Borobudur tidak boleh dibawa pulang, maka patung-patung yang berjajar di pinggir jalan Kecamatan Muntilan bebas dibawa pulang—dengan harga tertentu. Wujudnya menyerupai patung-patung dan ornamen batu di Candi Borobudur, destinasi ajaib yang jaraknya hanya sekitar 22 menit menggunakan taksi dari kecamatan ini. Muntilan telah lama dikenal sebagai sentra kerajinan pahat batu yang popularitasnya sudah mendunia. Cikal bakal ini dimulai dari restorasi Candi Borobudur antara tahun 1907–1911 di bawah komando Theodorus van Erp, seorang tentara Belanda berpangkat letnan yang memiliki latar belakang pendidikan teknik bangunan. Pembentukan ulang bagian-bagian Borobudur yang hancur diambil dari batu andesit di lereng Gunung Merapi, yaitu batu yang terbentuk dari cairan lava panas yang membeku di lereng. Keahlian ini kemudian berkembang ke dusun-dusun sekitarnya, sehingga membentuk kerajinan pahat batu Muntilan seperti yang kita kenal sekarang ini. Mulanya mereka piawai memahat patung Buddha, Wisnu, Shiwa dan figur-figur religius Hindu-Buddha. Namun seiring perkembangan zaman, mereka mulai memahat benda- benda lain seperti gapura, cangkang air mancur, meja, kursi, bahkan ulekan. Sampai hari ini, di sepanjang lingkar jalan Muntilan–Borobudur– Magelang yang terbentang sepanjang 5 km lebih bisa didapati ratusan pemahat dan pengusaha patung batu. Produksi mereka telah menjadi cendera mata khas Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, dengan harga bervariasi dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Patung-patung ini tidak hanya diminati di dalam negeri, tapi juga diekspor dalam jumlah besar ke Austria, Amerika Serikat, Cile, Jerman, dan negeri asal Theodorus van Erp, Belanda. PUSAT PATUNG Sentra Kerajinan Pahat Batu Desa wisata yang merupakan salah satu sentra produksi pahat batu di Kecamatan Muntilan, menyajikan berbagai produksi patung khas dan bisa dipesan. Banaran, Kelurahan Sedayu Kecamatan Muntilan Magelang, Jawa Tengah 0818 0260 6620 Lokasi ini dapat ditempuh menggunakan taksi sekitar 30 menit dari Candi Borobudur. Batu-batu itu dipindahkan dari lereng gunung ke Dusun Prumpung sebelum dibawa ke Candi Borobudur. Ketika itu tiga orang pemahat dari dusun ini dipekerjakan oleh sang Letnan untuk merestorasi patung-patung di Candi Borobudur yang baru. Dari ketiga orang inilah, kerajinan pahat batu Muntilan dimulai. Mereka mulai mewarisi keahlian mereka memahat batu kepada anak-anak kemudian cucu-cucu mereka. 76 Mutiara Biru