Indonesian Signature
Batu Pahat Muntilan
Patung-patung batu ini
terlihat artistik, sakral
dan boleh dibawa pulang.
J
ika patung dan ornamen
batu di Candi Borobudur
tidak boleh dibawa
pulang, maka patung-patung
yang berjajar di pinggir jalan
Kecamatan Muntilan bebas
dibawa pulang—dengan
harga tertentu. Wujudnya
menyerupai patung-patung
dan ornamen batu di Candi
Borobudur, destinasi ajaib
yang jaraknya hanya sekitar 22
menit menggunakan taksi dari
kecamatan ini. Muntilan telah
lama dikenal sebagai sentra
kerajinan pahat batu
yang popularitasnya
sudah mendunia.
Cikal bakal ini dimulai dari
restorasi Candi Borobudur
antara tahun 1907–1911 di
bawah komando Theodorus van
Erp, seorang tentara Belanda
berpangkat letnan yang memiliki
latar belakang pendidikan teknik
bangunan. Pembentukan ulang
bagian-bagian Borobudur yang
hancur diambil dari batu andesit
di lereng Gunung Merapi, yaitu
batu yang terbentuk dari cairan
lava panas yang membeku
di lereng.
Keahlian ini kemudian
berkembang ke dusun-dusun
sekitarnya, sehingga membentuk
kerajinan pahat batu Muntilan
seperti yang kita kenal sekarang
ini. Mulanya mereka piawai
memahat patung Buddha,
Wisnu, Shiwa dan figur-figur
religius Hindu-Buddha. Namun
seiring perkembangan zaman,
mereka mulai memahat benda-
benda lain seperti gapura,
cangkang air mancur, meja,
kursi, bahkan ulekan.
Sampai hari ini, di sepanjang
lingkar jalan Muntilan–Borobudur–
Magelang yang terbentang
sepanjang 5 km lebih bisa didapati
ratusan pemahat dan pengusaha
patung batu. Produksi mereka
telah menjadi cendera mata khas
Muntilan, Magelang, Jawa Tengah,
dengan harga bervariasi dari
ratusan ribu hingga puluhan juta
rupiah. Patung-patung ini tidak
hanya diminati di dalam negeri,
tapi juga diekspor dalam jumlah
besar ke Austria, Amerika Serikat,
Cile, Jerman, dan negeri asal
Theodorus van Erp, Belanda.
PUSAT PATUNG
Sentra Kerajinan Pahat Batu
Desa wisata yang merupakan salah
satu sentra produksi pahat batu di
Kecamatan Muntilan, menyajikan
berbagai produksi patung khas dan
bisa dipesan.
Banaran, Kelurahan Sedayu
Kecamatan Muntilan
Magelang, Jawa Tengah
0818 0260 6620
Lokasi ini dapat ditempuh
menggunakan taksi sekitar
30 menit dari Candi Borobudur.
Batu-batu itu dipindahkan
dari lereng gunung ke Dusun
Prumpung sebelum dibawa ke
Candi Borobudur. Ketika itu tiga
orang pemahat dari dusun ini
dipekerjakan oleh sang Letnan
untuk merestorasi patung-patung
di Candi Borobudur yang baru.
Dari ketiga orang inilah, kerajinan
pahat batu Muntilan dimulai.
Mereka mulai mewarisi keahlian
mereka memahat batu
kepada anak-anak kemudian
cucu-cucu mereka.
76
Mutiara Biru