Indonesian Signature
Lukisan Kamasan
Sepintas tampak jenaka,
namun lukisan Kamasan
menyimpan muatan filosofis
yang mendalam.
B
anyak orang mengira
lukisan asli Bali adalah
lukisan Ubud bergaya
dekoratif yang diperkenalkan
Walter Spies di era 1930-an.
Namun jauh sebelum masuknya
pelukis Jerman kelahiran Rusia
itu, orang Bali telah mengenal
suatu bentuk lukisan tertua
di Bali, lukisan Kamasan, yang
dibuat oleh para seniman di Desa
Kamasan, Klungkung—Bali
bagian tenggara.
Secara umum, lukisan Kamasan
dikenali dari warnanya yang
dominan cokelat muda, yang
dulunya diwarnai menggunakan
batu gamping yang dicelup
dalam air. Ciri khas lukisan ini
adalah perspektifnya yang datar,
seperti lukisan zaman purba
yang dipahat di permukaan batu
di dalam gua. Lukisan Kamasan
hanya dilukis dalam dua dimensi,
sehingga tidak ada kedalaman
ruang dan tidak ada jauh-dekat.
Objek yang dilukis adalah figur-
figur dalam pewayangan, yang
dilukis tanpa perspektif. Semua
tampak serba datar dan rata.
Lukisan asli Kamasan dulunya
diwarnai menggunakan hasil
alam. Selain batu gamping
untuk warna cokelat muda,
ada juga rumput taum yang
digunakan untuk memberi warna
biru. Sementara warna putih
dulunya diambil dari pecahan
tulang hewan, warna merahnya
tercipta dari babakan kayu sunti,
dan warna kuning diambil dari
minyak kemiri. Namun seiring
langkanya sumber-sumber alam
itu di masa sekarang, para pelukis
kini menggunakan tinta dan cat
untuk melukis gaya Kamasan.
Sampai hari ini, lukisan Kamasan
masih terus diproduksi di Bali.
Seperti cendera mata lainnya,
lukisan gaya Kamasan ini
tersedia banyak di pasar seni
dengan harga yang variatif dan
terjangkau. Masih bercerita
tentang figur-figur pewayangan,
masih datar, rata tapi tidak
lagi sakral.
WISATA SEJARAH
Museum Puri Lukisan
Menyimpan berbagai karya lukis
bersejarah dari Bali, termasuk
lukisan-lukisan dari masa
keemasan Kamasan.
Jl. Raya Ubud
Gianyar, Bali
Tel. (0361) 971159
www.museumpurilukisan.com
Lokasi ini dapat ditempuh
menggunakan taksi sekitar
15 menit dari The Blanco
Renaissance Museum.
Meski tampak datar, lukisan
Kamasan memiliki falsafah
yang mendalam. Lukisan ini
diperkirakan muncul sejak abad
ke-17, di masa kejayaan raja-raja
Bali sebelum pengaruh kolonial
terlalu kuat. Banyak kritisi seni
yang berargumentasi bahwa
lukisan Kamasan bukan sekadar
lukisan dekoratif, tapi juga
sebuah literatur pada masanya.
Dia berfungsi sebagai referensi
ritual, yang menyimpan informasi
dan cerita mengenai kehidupan,
sesuai dengan yang tercantum
dalam kitab Ramayana dan
Mahabharata. Dalam banyak
karya, lukisan Kamasan juga
berfungsi sebagai literatur sosial,
politik dan budaya.
76
Mutiara Biru