Bluebird - Mutiarabiru Mutiarabiru Magazine - Maret 2018 | Page 78

Indonesian Signature Lukisan Kamasan Sepintas tampak jenaka, namun lukisan Kamasan menyimpan muatan filosofis yang mendalam. B anyak orang mengira lukisan asli Bali adalah lukisan Ubud bergaya dekoratif yang diperkenalkan Walter Spies di era 1930-an. Namun jauh sebelum masuknya pelukis Jerman kelahiran Rusia itu, orang Bali telah mengenal suatu bentuk lukisan tertua di Bali, lukisan Kamasan, yang dibuat oleh para seniman di Desa Kamasan, Klungkung—Bali bagian tenggara. Secara umum, lukisan Kamasan dikenali dari warnanya yang dominan cokelat muda, yang dulunya diwarnai menggunakan batu gamping yang dicelup dalam air. Ciri khas lukisan ini adalah perspektifnya yang datar, seperti lukisan zaman purba yang dipahat di permukaan batu di dalam gua. Lukisan Kamasan hanya dilukis dalam dua dimensi, sehingga tidak ada kedalaman ruang dan tidak ada jauh-dekat. Objek yang dilukis adalah figur- figur dalam pewayangan, yang dilukis tanpa perspektif. Semua tampak serba datar dan rata. Lukisan asli Kamasan dulunya diwarnai menggunakan hasil alam. Selain batu gamping untuk warna cokelat muda, ada juga rumput taum yang digunakan untuk memberi warna biru. Sementara warna putih dulunya diambil dari pecahan tulang hewan, warna merahnya tercipta dari babakan kayu sunti, dan warna kuning diambil dari minyak kemiri. Namun seiring langkanya sumber-sumber alam itu di masa sekarang, para pelukis kini menggunakan tinta dan cat untuk melukis gaya Kamasan. Sampai hari ini, lukisan Kamasan masih terus diproduksi di Bali. Seperti cendera mata lainnya, lukisan gaya Kamasan ini tersedia banyak di pasar seni dengan harga yang variatif dan terjangkau. Masih bercerita tentang figur-figur pewayangan, masih datar, rata tapi tidak lagi sakral. WISATA SEJARAH Museum Puri Lukisan Menyimpan berbagai karya lukis bersejarah dari Bali, termasuk lukisan-lukisan dari masa keemasan Kamasan. Jl. Raya Ubud Gianyar, Bali Tel. (0361) 971159 www.museumpurilukisan.com Lokasi ini dapat ditempuh menggunakan taksi sekitar 15 menit dari The Blanco Renaissance Museum. Meski tampak datar, lukisan Kamasan memiliki falsafah yang mendalam. Lukisan ini diperkirakan muncul sejak abad ke-17, di masa kejayaan raja-raja Bali sebelum pengaruh kolonial terlalu kuat. Banyak kritisi seni yang berargumentasi bahwa lukisan Kamasan bukan sekadar lukisan dekoratif, tapi juga sebuah literatur pada masanya. Dia berfungsi sebagai referensi ritual, yang menyimpan informasi dan cerita mengenai kehidupan, sesuai dengan yang tercantum dalam kitab Ramayana dan Mahabharata. Dalam banyak karya, lukisan Kamasan juga berfungsi sebagai literatur sosial, politik dan budaya. 76 Mutiara Biru