Bluebird - Mutiarabiru Mutiarabiru Magazine - Februari 2018 | Page 63

Meet the Driver Dadi Rosyadi Senior Andalan S etelah belasan tahun menjadi pengemudi taksi Blue Bird, nyaris tak terhitung jumlah artis yang pernah diantar Dadi Rosyadi. “Banyak, sih. Cuma saya ya biasa saja, tidak pernah heboh. Saya memang orangnya tidak seheboh pengemudi yang lain. Kalau yang lain bawa artis, minta foto bareng. Saya juga pengen, tapi tidak berani. Hehehe,” kata pria asal Ciamis ini. Ketimbang berhadapan dengan artis, Dadi mengaku lebih senang mengerjakan tugas tambahan sebagai Tester Utama yang dimandatkan kepadanya beberapa tahun terakhir. Kesenioran—dengan masa kerja 14 tahun—ditambah predikat sebagai ketua kelompok, membuatnya diandalkan untuk melakukan tes kelayakan calon pengemudi taksi Blue Bird, antara lain test ride. Dadi tak memungkiri bila sejak awal memang niat bekerja di Blue Bird, bukan di perusahaan lain. Ia bahkan masih ingat hari pertama bekerja. “Tanggal sepuluh, bulan dua, tahun 2003,” kata pria yang pernah bekerja sebagai sopir pribadi ini sebelum akhirnya menerima saran dari salah seorang kawan yang sudah lebih dulu bekerja di Blue Bird di Pool Halim, Jakarta Timur. “Kalau bekerja sebagai sopir pribadi, saya tidak bisa rutin pulang kampung ke Ciamis,” Dadi membeberkan alasannya. Kini, sebagai pengemudi taksi Blue Bird, dia bisa mengatur shift 3-1 (tiga hari kerja, satu hari libur). Waktu istirahat dimanfaatkan Dadi untuk berkumpul bersama istri serta kedua buah hatinya, sepasang anak laki-laki dan anak perempuan. Meski kini perusahaan taksi online bertumbuh, Dadi tak gentar. Setiap hari dia tetap hadir di pool selepas pukul lima pagi. Tekadnya, setia bekerja di Blue Bird. “Sekarang kan saingan banyak,” kata Dadi. “Kita berdoa saja supaya Blue Bird jaya selalu. Saya sebagai pengemudi dan mitra di sini selalu mendoakan semoga Blue Bird terbang terus, jaya terus.” Moto Jalani saja pekerjaan, pantang menyerah, selalu berhati-hati dan banyak berdoa. Rezeki, maut, sudah ada yang mengatur. Saat menghadapi jalanan macet, ya harus bersabar, jangan mengikuti hawa nafsu. Kita kan juga harus menjaga nama baik perusahaan. Apalagi sekarang ada media sosial. Berita baik atau buruk, cepat sekali beredarnya. Behu Gemanine Banting Setir B aru tiga tahun kurun waktu yang dijalani Behu Gemanine sebagai pengemudi taksi Blue Bird, relatif belum terlalu lama. Namun bukan berarti pria berdarah Aceh ini minim pengalaman. Sebelum menjadii pengemudi Blue Bird, dia antara lain pernah menjadi pengemudi angkutan kota (angkot) milik kakaknya yang beroperasi di sekitar kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Suatu kali, seorang penumpang melontarkan pertanyaan kepadanya, “Mas masih muda, kenapa bawa angkot?” Behu pun menjawab lugas, “Keahlian saya hanya bawa mobil.” Belakangan diketahui si penumpang ternyata bekerja sebagai pengemudi taksi Blue Bird pool Tanah Kusir. Obrolan singkat itu membuat Behu terpikir untuk ‘banting setir’ menjadi driver taksi. Diakui Behu, sebelumnya sudah banyak pekerjaan yang dijalani di rantau, sejak 2007. Dari buruh pabrik, termasuk pabrik ulin dan otomotif (karoseri), sampai sopir angkot. Beberapa tahun kemudian, dia kembali ke kampung halaman di Aceh Tengah, karena orang tua jatuh sakit. “Enam bulan saya di sana. Alhamdulillah, kesehatan orang tua saya pulih.” Atas saran orang tuanya pula, Behu merantau lagi ke Jakarta. Namun kali ini, dia tidak ingin kembali bekerja sebagai buruh pabrik atau pengemudi angkot. Behu coba melamar menjadi driver taksi Blue Bird di pool Ciputat. Beruntung dia bisa diterima dengan mudah pada 2014. Setahun berikutnya, dia diangkat menjadi pegawai tetap dan berdinas di pool Tambun sampai sekarang. Selain mencari keuntungan, Behu dalam profesinya juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan pada situasi tertentu yang dia hadapi di jalan. Misalnya ketika suatu kali dia pernah membantu mengantar penumpang yang sedang tertimpa musibah, pada saat itu dia mengutamakan aspek kemanusiaan. Dia percaya, rezeki sudah diatur dengan caranya masing-masing. Moto Selalu bekerja ikhlas, jujur, demi keluarga. Kita harus bisa mengubah keadaan. Dengan begitu, segala sesuatu akan lebih mudah dan jalannya bakal lebih lancar. Mutiara Biru 61