Blue Bird Care
Entrepreneur
Lewat program Kartini
Blue Bird, sejumlah
entrepreneur rumahan
mulai terlihat bakatnya.
Siap melaju dengan bisnis
wiraswasta, demi keluarga.
K
artini Blue Bird merupakan salah satu
program Blue Bird Peduli. Dimulai
sejak 2012 lalu, program untuk istri
pengemudi Blue Bird itu sekarang telah mulai
terlihat hasil nyatanya bagi puluhan ibu-ibu
yang mampu membuat produk-produk siap
jual. Kartini Blue Bird merupakan bagian
dari pilar pendidikan pada program
Blue Bird Peduli. Program ini diharapkan
mampu membawa perubahan besar bagi
keluarga pengemudi Blue Bird.
Sri Utami dan Ulfa Rania adalah dua peserta
yang menjadi contoh sukses program ini.
Setelah mengikuti kursus tata boga, banyak
ilmu yang didapatkan oleh keduanya.
Pengetahuan yang diperoleh diadaptasi
menjadi bisnis kuliner yang sangat membantu
perekonomian keluarga. Sejak didirikan,
program Kartini Blue Bird berfokus pada
pemberdayaan perempuan, terutama untuk
istri atau anak perempuan dari pengemudi
Blue Bird.
Keluarga
Sri Utami yang menjadi peserta pertama
dari program ini menuturkan bahwa banyak
hal positif yang diterimanya. Meski penuh
pengorbanan dengan meninggalkan kesibukan
di rumah, tetapi hasil akhirnya penuh dengan
manfaat. “Banyak pengorbanan pada awalnya.
Saya sampai kurang tidur hanya karena punya
keinginan besar untuk menimba ilmu dari
program ini. Hasilnya, sungguh lebih banyak
suka yang saya dapatkan daripada dukanya,”
ujar wanita kelahiran 1967 ini dengan mata
berkaca-kaca. saya tidak tahu masak. Suami anjurkan saya
untuk ikut kegiatan ini. Ternyata di sini saya
dapat banyak pengetahuan berharga,”
ungkap Ulfa.
Melalui kursus yang dimentori ahli tata boga,
Sri menemukan banyak hal baru dalam
pembuatan sebuah kue yang bercita rasa.
Kursus ini juga mengajarkan peserta dalam soal
penyajian dan penjualan produk olahannya.
Alhasil, ilmu ini menjadi senjata utama bagi Sri
dalam mengembangkan bisnis kue yang diberi
label “Jajanan Koe”. Sampai saat ini, produk
Jajanan Koe sudah menjadi pilihan banyak
pembeli di beberapa tempat penjualan kue di
Bekasi Selatan dan sebagian Pondok Gede. Ke depannya, kepedulian Blue Bird tidak
hanya sebatas pada para istri pengendara
Blue Bird di Jabodetabek saja, tetapi akan
menargetkan perluasan program Kartini
Blue Bird ke kota-kota wilayah operasional
lainnya. “Kita akan terus cari format yang
terbaik untuk mendorong peningkatan
pendidikan keluarga pengendara Blue Bird
melalui perbaikan taraf perekonomian,” ujar
Istiko Jakariya, Corporate Social Responsibility
(CSR) Manager Blue Bird Group.
Kisah sukses “Kartini Blue Bird” lainnya
juga dialami Ulfa Rania. Bekal ilmu dari
program charity ini membuatnya sukses
mengembangkan bisnis makanan olahan
berupa nugget yang diberi label “Dapur Urban”.
Ulfa mengembangkan makanan olahan berupa
nugget, yang terdiri atas ayam orisinal, ayam
kentang, tahu tempe, ikan, dan udang. “Awalnya
Menurut Ulfa dan Sri, program Kartini
Blue Bird bukan saja wadah bagi para istri
pengemudi untuk mengembangkan potensi
diri, tetapi lebih dari itu adalah sebuah
perkumpulan perempuan perkasa yang ingin
ikut membantu suami dalam meningkatkan
taraf ekonomi demi kesejatheraan keluarga.
PILAR KEDUA | Para istri bisa ikut berperan
sebagai pilar kedua bagi ekonomi keluarga.
Mutiara Biru
59