Going Places
Transporter
D
alam waktu yang tidak lama lagi,
Mass Rapid Transportation (MRT)
dan Light Rapid Transit (LRT) akan
segera berfungsi. Pada saat itu, transportasi
Jakarta membutuhkan apa yang disebut
Intelligent Transportation System (ITS) atau
Sistem Transportasi Pintar untuk mendukung
kegiatan operasional MRT dan LRT.
ITS adalah sebuah sistem yang penting
dan akan sangat dibutuhkan dalam
mendukung feeder transportasi.
Ketua Komisi Hukum dan Hubungan
Masyarakat dari Dewan Transportasi Jakarta,
Ellen S.W. Tangkudung mengatakan feeder
transportasi memiliki peran yang sangat
berarti ketika moda transportasi massal
seperti MRT dan LRT mulai dijalankan. “MRT
bisa banyak sekali menampung penumpang,
bahkan bisa sampai 400 ribu per hari. Dari
mana penumpang itu datang? Pasti ada yang
mengantar penumpang itu dari rumah, kantor
dan sebagainya. Perlu diketahui bahwa yang
mengantar ke stasiun dan terminal adalah
transportasi feeder,” ungkap Ellen.
Transportasi feeder adalah transportasi
pengumpan yang mengantar penumpang
dari titik jemput, seperti di lingkungan
perumahan atau perkantoran menuju ke
pusat-pusat transportasi umum. Sejak awal
kehadirannya, feeder dimaksudkan untuk
membantu penumpang sekaligus mendorong
target Pemerintah DKI Jakarta pada 2029,
yakni 60% berpindah dari penggunaan
transportasi pribadi ke transportasi angkutan
umum. Ketika MRT dan LRT beroperasi, peran
transportasi pengumpan—termasuk taksi—
akan menjadi faktor strategis yang
amat menentukan.
Ellen menjelaskan, fungsi feeder sangat
diperlukan oleh semua pengguna transportasi
publik. Karena itu penting untuk melakukan
pengaturan feeder dengan baik sehingga
tidak menumpuk pada satu tempat dan
mengakibatkan kemacetan parah di stasiun
pemberhentian. Demi mengatasi kemacetan
di setiap titik pemberhentian MRT atau
LRT, peran teknologi terpadu ITS menjadi
amat krusial. Melalui ITS, semua orang baik
penumpang maupun operator transportasi
bisa mendapatkan informasi terkait kondisi di
setiap pemberhentian MRT dan LRT.
“Jadi sistem kerjanya hampir mirip dengan
aplikasi pada transportasi online saat ini.
Semua pengemudi feeder bisa mengetahui
secara real time penumpang di terminal
pemberhentian. Sebaliknya, penumpang bisa
mudah mendapatkan taksi atau transportasi
pengumpan untuk mengantar ke lokasi tujuan
dari pemberhentian MRT dan LRT,” ujar Ellen
yang juga bekerja sebagai dosen di Fakultas
Teknik Universitas Indonesia ini.
ITS adalah sistem yang mengomunikasikan
antara penyedia jasa dan pengguna jasa.
Penerapan aplikasi ini sudah dilakukan oleh
bisnis transportasi online, namun cakupannya
hanya antara penyedia jasa dan pengguna
jasa. “Harusnya pemerintah juga mengatur
tempat perpindahan dan transfer tersebut
sehingga informasi itu bisa diperoleh. Ada
tempat, pengguna, dan penyedia jasa. Ini
lebih pada soal menggunakan aplikasi dan
harusnya digunakan secara terintegrasi,”
tambahnya.
Di sisi lain, Ellen menambahkan, penerapan
sistem ITS juga turut mengurangi kemacetan
di setiap pemberhentian MRT dan LRT.
Dengan demikian, setiap pengguna MRT
dan LRT bisa lebih mudah dan cepat
berpindah. Ellen menilai, meski sistem
ITS sangat membantu transportasi feeder
dan penumpang, tetapi hingga saat ini
penerapannya masih berjalan sendiri. Untuk
itu, peran pemerintah daerah dianggap
sangat penting.
Menurut Ellen, upaya yang mesti digagas
pemerintah daerah harus dimulai dengan
mengakomodasi penggunaan sistem
ITS sehingga bisa dikelola oleh pihak
swasta. Kemudian sistem pintar ini harus
diintegrasikan pada semua sistem angkutan
feeder pada setiap stasiun pemberhentian.
Dengan begitu, kegiatan transportasi bisa
berjalan lancar tanpa hambatan baru akibat
berubahnya pola transportasi umum.
Terkait regulasi pemerintah, Ellen menegaskan
saat ini regulasi sudah cukup, tinggal
menggunakan regulasi sesuai dengan lokasi.
Kemudian, lokasi tersebut ditata secara holistik
dan perlu dilakukan re-routing rute angkutan
umum sehingga bisa terintegrasi. Selain itu,
dengan peningkatan pengguna telepon
genggam, Ellen menilai Sistem Transportasi
Pintar akan semakin terbantu untuk
diaplikasikan ketika sistem transportasi
massal mulai berjalan.
Dengan penerapan sistem ITS, pengamat
transportasi senior ini berharap semua
transportasi feeder bisa lebih teratur
dan tepat waktu. Pada saat yang
sama, penumpang bisa cepat
berpindah tanpa harus menunggu
lama di stasiun pemberhentian.
MRT bisa banyak sekali
menampung penumpang,
bahkan bisa sampai 400
ribu per hari. Dari mana
penumpang itu datang?
INTEGRASI | Perlu re-routing jalur transportasi
di Jakarta agar semua terintegrasi ke dalam
satu sistem.
Mutiara Biru
55