Bluebird - Mutiarabiru Mutiarabiru Magazine - Februari 2018 | Page 57

Going Places Transporter D alam waktu yang tidak lama lagi, Mass Rapid Transportation (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT) akan segera berfungsi. Pada saat itu, transportasi Jakarta membutuhkan apa yang disebut Intelligent Transportation System (ITS) atau Sistem Transportasi Pintar untuk mendukung kegiatan operasional MRT dan LRT. ITS adalah sebuah sistem yang penting dan akan sangat dibutuhkan dalam mendukung feeder transportasi. Ketua Komisi Hukum dan Hubungan Masyarakat dari Dewan Transportasi Jakarta, Ellen S.W. Tangkudung mengatakan feeder transportasi memiliki peran yang sangat berarti ketika moda transportasi massal seperti MRT dan LRT mulai dijalankan. “MRT bisa banyak sekali menampung penumpang, bahkan bisa sampai 400 ribu per hari. Dari mana penumpang itu datang? Pasti ada yang mengantar penumpang itu dari rumah, kantor dan sebagainya. Perlu diketahui bahwa yang mengantar ke stasiun dan terminal adalah transportasi feeder,” ungkap Ellen. Transportasi feeder adalah transportasi pengumpan yang mengantar penumpang dari titik jemput, seperti di lingkungan perumahan atau perkantoran menuju ke pusat-pusat transportasi umum. Sejak awal kehadirannya, feeder dimaksudkan untuk membantu penumpang sekaligus mendorong target Pemerintah DKI Jakarta pada 2029, yakni 60% berpindah dari penggunaan transportasi pribadi ke transportasi angkutan umum. Ketika MRT dan LRT beroperasi, peran transportasi pengumpan—termasuk taksi— akan menjadi faktor strategis yang amat menentukan. Ellen menjelaskan, fungsi feeder sangat diperlukan oleh semua pengguna transportasi publik. Karena itu penting untuk melakukan pengaturan feeder dengan baik sehingga tidak menumpuk pada satu tempat dan mengakibatkan kemacetan parah di stasiun pemberhentian. Demi mengatasi kemacetan di setiap titik pemberhentian MRT atau LRT, peran teknologi terpadu ITS menjadi amat krusial. Melalui ITS, semua orang baik penumpang maupun operator transportasi bisa mendapatkan informasi terkait kondisi di setiap pemberhentian MRT dan LRT. “Jadi sistem kerjanya hampir mirip dengan aplikasi pada transportasi online saat ini. Semua pengemudi feeder bisa mengetahui secara real time penumpang di terminal pemberhentian. Sebaliknya, penumpang bisa mudah mendapatkan taksi atau transportasi pengumpan untuk mengantar ke lokasi tujuan dari pemberhentian MRT dan LRT,” ujar Ellen yang juga bekerja sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini. ITS adalah sistem yang mengomunikasikan antara penyedia jasa dan pengguna jasa. Penerapan aplikasi ini sudah dilakukan oleh bisnis transportasi online, namun cakupannya hanya antara penyedia jasa dan pengguna jasa. “Harusnya pemerintah juga mengatur tempat perpindahan dan transfer tersebut sehingga informasi itu bisa diperoleh. Ada tempat, pengguna, dan penyedia jasa. Ini lebih pada soal menggunakan aplikasi dan harusnya digunakan secara terintegrasi,” tambahnya. Di sisi lain, Ellen menambahkan, penerapan sistem ITS juga turut mengurangi kemacetan di setiap pemberhentian MRT dan LRT. Dengan demikian, setiap pengguna MRT dan LRT bisa lebih mudah dan cepat berpindah. Ellen menilai, meski sistem ITS sangat membantu transportasi feeder dan penumpang, tetapi hingga saat ini penerapannya masih berjalan sendiri. Untuk itu, peran pemerintah daerah dianggap sangat penting. Menurut Ellen, upaya yang mesti digagas pemerintah daerah harus dimulai dengan mengakomodasi penggunaan sistem ITS sehingga bisa dikelola oleh pihak swasta. Kemudian sistem pintar ini harus diintegrasikan pada semua sistem angkutan feeder pada setiap stasiun pemberhentian. Dengan begitu, kegiatan transportasi bisa berjalan lancar tanpa hambatan baru akibat berubahnya pola transportasi umum. Terkait regulasi pemerintah, Ellen menegaskan saat ini regulasi sudah cukup, tinggal menggunakan regulasi sesuai dengan lokasi. Kemudian, lokasi tersebut ditata secara holistik dan perlu dilakukan re-routing rute angkutan umum sehingga bisa terintegrasi. Selain itu, dengan peningkatan pengguna telepon genggam, Ellen menilai Sistem Transportasi Pintar akan semakin terbantu untuk diaplikasikan ketika sistem transportasi massal mulai berjalan. Dengan penerapan sistem ITS, pengamat transportasi senior ini berharap semua transportasi feeder bisa lebih teratur dan tepat waktu. Pada saat yang sama, penumpang bisa cepat berpindah tanpa harus menunggu lama di stasiun pemberhentian. MRT bisa banyak sekali menampung penumpang, bahkan bisa sampai 400 ribu per hari. Dari mana penumpang itu datang? INTEGRASI | Perlu re-routing jalur transportasi di Jakarta agar semua terintegrasi ke dalam satu sistem. Mutiara Biru 55