Al-Islam Magazine Edisi 4, Juni 2014 | Page 35

Perhatikan firman Allah: “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi”. (QS. al-Qashash:83) Riya’ atau kesombongan, sering dilukiskan mengenai hal yang menyangkut ketinggian. Mengenai ini, seorang penyair mengatakan ungkapan yang kontras berikut.. Orang yang berhasil menakhlukkan jiwanya Adalah orang yang telah menghidupkannya dan menjadikannya tenang Dia akan tidur dengan nyenyak Toh, bilapun angin berhembus kian kencang.. Yang diterpa tetaplah bagian pepohonan yang tingg-tinggi, bukan? Perhatikan hadits berikut, ‘’Barangsiapa berlaku riya’, maka Allah akan bersikap riya’ kepadanya. Dan barangsiapa menginginkan kemasyhuran, maka Allah pun akan memamerkan kemasyhuran-Nya kepadanya’’ (AlHadits). Dan Allah berfirman mengenai hal ini.. ‘’Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia’’. (QS. an-Nisa’:142) ‘’Dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan’’. (QS. Ali Imran, 188) ‘’Dan, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia’’. (QS. al-Anfal: 47). Seorang penyair, akhirnya mengemukakan pandangan yang khas tentang riya’. Pakaian riya’ menggambarkan apa yang ada di baliknya. Jika memakainya, sebenarnya..engkau sedang telanjang! Subhanallah.. Semoga Allah menganugerahkan kita keutamaan. Melindungi kita semua dari penyakit riya’ yang mencelakakan. Dan, marilah kita senantiasa menjaga diri dari hal yang tidak bermanfaat dalam kehidupan. [Jon. Sumber: Aidh Al Qarni, ‘’La Tahzan’’ (Jangan Bersedih!), Terjemah S. Rahman, Qisthi Press, 2004] al-Islam.my.id | Edisi 4 - Sya’ban 1435 H | Juni 2014 35