Al-Islam Magazine Edisi 4, Juni 2014 | Page 32

Bumi, tapi juga menumbuhkan sikap dan tindakan memelihara kenyamanan biosfer Bumi dan memperbaiki lingkungan biosfer planet Bumi yang rusak akibat ulah dan sikap “serakah” atau berlebihan, sikap semaunya mengumbar nafsu dalam eksploitasi dan sikap “salah kaprah” manusia, berbuat sesuatu yang merusak. Bagaimana memanfaatkan ruang untuk menambah tanaman yang bisa ditumbuhkan dan dipelihara dengan keterbatasan waktu dan tenaga yang kita punyai? Manusia perlu membangun sikap damai lahir batin, membina kehidupan rasionalitas dan spiritualitas dalam kesetimbangan. Membangun kesadaran bahwa kehidupan di planet Bumi merupakan anugerah Allah Swt. yang perlu disyukuri bersama. Lingkungan planet Bumi telah disiapkan untuk kehidupan manusia, berbagi peristiwa dahsyat, tabrakan batuan kecil dan besar membentuk planet Bumi, semula lingkungan planet Bumi tandus, panas tapi pada akhirnya menjadi lingkungan yang ramah bagi kehidupan setelah proses jutaan tahun. Dalam perspektif agama manusia tidak diberi kesempatan atau kekuasaan dalam pembuatan planet Bumi, ada pencipta, penguasa dan pemelihara alam semesta, Allah Swt.. ‘’Dan sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Nya bahwa engkau melihat Bumi itu tandus, maka apabila Kami turunkan air kepadaNya, ia bergerak dan tumbuh. Sesungguhnya Dia yang menghidupkannya niscaya Dia dapat menghidupkan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.’’ (QS. Fushshilat [41] : 39) Walaupun manusia belum memperoleh cara bagaimana menghidupkan unsur yang mati. Pada hakekatnya kehidupan merupakan sesuatu yang universal, kehidupan dapat terbentuk dari “zat yang mati” yang tersebar di alam semesta. Kehidupan bisa dikeluarkan dari unsur yang mati dan unsur yang mati juga bisa dikeluarkan dari 32 yang hidup, merupakan sifat umum kehidupan di alam semesta. Kehidupan di planet Bumi dapat dikatakan mewakili hanya satu contoh sistem kehidupan di alam semesta. Satu kode genetik, satu set asam amino yang mempunyai konfigurasi khusus, dan satu aliran energi telah bertahan dari zaman Bumi masih primitif. Bumi masih dalam lingkungan yang kacau balau oleh hantaman asteroid. Untuk mengetahui potensi menyeluruh kehidupan di alam semesta dibutuhkan usaha eksplorasi di luar contoh khusus di planet Bumi dan terus mengembangkan prinsip-prinsip umum fisika dan kimia yang mempunyai peran penting untuk memunculkan/melahirkan sifat utama status kehidupan: auto-catalysis (pertumbuhan secara otomatis), self-organization (mengorganisasi sendiri), spatial containment of functions (menahan pertumbuhan bagian/organ yang berfungsi), reproduction (mereproduksi, menurunkan keturunan) dan evolusi (beradaptasi dengan lingkungan). Perhatikan tentang pertumbuhan kita sebagai manusia dari sejak pertemuan antara sperma dan al-Islam.my.id | Edisi 4 - Sya’ban 1435 H | Juni 2014